Jurnal Respon Fisiologis dan Distribusi Fotosintat Garut India Barat pada Ketinggian yang Berbeda

Download Jurnal Disini

Garut India Barat ( Maranta arundinacea L.) adalah tanaman umbi yang dikonsumsi sebagai makanan alternatif. Itu dapat tumbuh di daerah dengan rentang altitudinal dari 0 hingga 1.000 m dpl. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis respon fisiologis dan distribusi fotosintat yang terkait dengan kinerja pertumbuhan dan hasil umbi garut India Barat di dua ketinggian yang berbeda. Empat aksesi garut India Barat yaitu Bantul, Krajan, Kemalang, dan Begawat ditanam pada 250 dan 1.100 m dpl. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan desain plot split dengan ketinggian sebagai plot utama dan aksesi garut India Barat sebagai subplot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketinggian secara signifikan mempengaruhi respon fisiologis, tinggi tanaman, luas daun per tanaman, dan hasil umbi garut India Barat. Tingkat fotosintesis di dataran tinggi cenderung lebih tinggi daripada di dataran rendah, tetapi tinggi tanaman dan hasil umbi lebih rendah di dataran tinggi. Hasil ini menunjukkan bahwa garut India Barat memiliki pola yang berbeda pada distribusi fotosintat antara pucuk dan umbi pada ketinggian yang berbeda karena faktor lingkungan. Aksesi Bantul memiliki hasil umbi terendah dibandingkan yang lain, dan menunjukkan kemampuan aksesi Bantul yang rendah dalam mendistribusikan fotosintat ke umbi.

Download Jurnal Disini
Jurnal

Respon Fisiologis dan Distribusi Fotosintat Garut India Barat pada Ketinggian yang Berbeda