Jurnal Power Relations Reflected In Leo Tolstoy’s Hadji Murad (1904) : A Sociological Approach

Jurnal Power Relations Reflected In Leo Tolstoy’s Hadji Murad (1904) : A Sociological Approach

Download Jurnal Disini

Mahadika, Fadhlillah dan -, Dr. M. Thoyibi, M.S
  

(2018)

Hubungan Kekuatan Tercermin Dalam Leo Tolstoy Hadji Murad (1904): Pendekatan Sosiologis.

    Skripsi skripsi, Universitas Muhammadiyah Surakarta.
  

  

Abstrak

Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Untuk mengidentifikasi indikator hubungan kekuasaan di Hadji Murad. (2) Untuk menggambarkan bagaimana hubungan kekuasaan digambarkan dalam karya sastra. (3) Untuk mengungkapkan mengapa Leo Tolstoy dialamatkan hubungan kekuasaan terkait novel. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif, karena tidak perlu data statistik untuk mendapatkan fakta. Penelitian kualitatif deskriptif adalah penelitian yang merupakan hasil dari data berupa data tertulis. Peneliti menggunakan dua sumber data, Sumber data utama dari penelitian ini adalah novel Hadji Murad oleh Leo Tolstoy yang diterbitkan pada tahun 1904. dan Sumber-sumber data sekunder diambil dari sumber daya lain yang terkait dengan penelitian; situs web, artikel, biografi penulis, dan beberapa buku yang berhubungan dengan penelitian. Berdasarkan analisis, peneliti mendapatkan beberapa kesimpulan. (1) Otoritas, di mana cahracter dalam novel memiliki otoritas mereka sendiri sebagai kekuatan hubungan, seperti Hadj Murad dengan karakter karismatiknya ia dapat membuat hubungan yang hebat dengan persekutuannya. (2) Gambaran Kekuasaan Hubungan dalam Novel dapat dilihat melalui Karakter, di mana Hadji Murad adalah karakter tegas, ambisius, memaksakan, memaafkan dan permisif. Melalui gaya itu menunjukkan bahwa Hadji Murad memiliki kekuatan melalui penampilannya (3) ada beberapa pesan yang ingin Tolstoy alamat, terkait dengan bagaimana orang dapat membentuk diri mereka seharusnya mendapatkan hubungan yang baik di masyarakat. Tolstoy menggunakan Hadji Murad sebagai contoh di mana dia adalah pemimpin besar yang benar-benar karismatik. Tolstoy ingin menunjukkan pemimpin itu dengan kekuatan besar terutama yang memiliki karisma, mereka dapat membuat acara hubungan baik tanpa kontrak. Itu berarti bahwa ketika orang memiliki karisma yang baik, orang-orang di sekitar mereka dapat merasa nyaman dan memberikan kepercayaan mereka pada mereka.

Tindakan (perlu login)

 Item Tampilan Item Tampilan

Jurnal Power Relations Reflected In Leo Tolstoy’s Hadji Murad (1904) : A Sociological Approach

Download Jurnal Disini