Jurnal Perubahan fraksi labil bahan organik tanah sepanjang gradien ketinggian di lahan kering dengan iklim kering

Download Jurnal Disini

Fraksi labil memainkan peran penting dalam menjaga kesuburan tanah. Sampai saat ini, informasi tentang fraksi labil bahan organik tanah di lahan kering dengan iklim kering Indonesia sangat terbatas. Oleh karena itu, percobaan dilakukan untuk mempelajari perubahan fraksi bahan organik tanah yang labil di lahan kering tersebut. Sampel tanah diperoleh dari 4 kecamatan (Kanatang, Haharu, Pandawai, dan Matawai La Pawu) dari Kabupaten Sumba Timur. Sub-distrik tersebut memiliki ketinggian yang berbeda, yaitu dari 25 m – 900 m di atas permukaan laut (dpl). Sampel tanah diambil pada kedalaman 0-20 cm. Analisis kimia pada pH tanah, N total, C organik, dan analisis fraksi labil (fraksi yang larut dalam air, biomassa mikroba C, bahan organik partikulat, dan biomassa mikroba N dan N yang larut dalam air) dilakukan di Laboratorium Analisis Plant and Soil ILETRI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketinggian mempengaruhi ketersediaan total N dan C organik dalam tanah. Semakin tinggi ketinggian, semakin rendah konsentrasi N dan sebaliknya untuk konsentrasi rasio C dan N organik. Fraksi labil N (N yang larut dalam air dan biomassa mikroba N) dikurangi dengan meningkatkan ketinggian. Rasio fraksi labil / organik C pada ketinggian> 700 m dpl lebih tinggi. Ini berarti bahwa konsentrasi karbon aktif lebih tinggi dibandingkan pada ketinggian <700 m asl. The ratio of MBC/SOC, as the indicator for the rate of biological activity, at altitudes > 700 m dpl juga tinggi. Nilai tinggi MBC / SOC menunjukkan bahwa konversi bahan organik tanah menjadi mikroba C adalah efisien.

Download Jurnal Disini
Jurnal

Perubahan fraksi labil bahan organik tanah sepanjang gradien ketinggian di lahan kering dengan iklim kering