Jurnal PENGENDALIAN EROSI DAN SEDIMEN DENGAN ARAHAN KONSERVASI LAHAN DI DAS GENTING KABUPATEN PONOROGO

Download Jurnal Disini

Abstrak: Daerah Aliran Sungai (DAS) Genting berlokasi di Kabupaten Ponorogo Propinsi Jawa Timur. Pertambahan penduduk di DAS Genting berakibat suh fungsi lahan. Analisis pengendalian erosi dan sedimen dengan lahan di DAS Genting yang diperlukan guna tempat tersebut. Pendugaan laju erosi dan sedimen dengan menggunakan model AVSWAT 2000. Hasil pada model tersebut menunjukkan 94.437 mm / thn, erosi sebesar 49,189 ton / ha / th dan sedimentasi sebesar 6,525,440 ton / th. Dari hasil perhitungan yang telah dilakukan DAS Genting memiliki 5 kategori tingkat bahaya erosi, tingkat kemiskinan erosi sangat ringan sebesar 43,346%, ringan sebesar 36,773%, sedang sebesar 5,859%, dan berat sebesar 10,638%, dan sangat berat sebesar 3,384% terhadap luas DAS Genting. Untuk mengendalikan tingkat bahaya erosi tersebut dilakukan upaya vegetatif dengan perubahan tutupan lahan perkebunan / tegalan / semak belukar ditanami tanaman keras, zona yang mampu mereduksi erosi sebesar 21,634% dan secara mekanis dilakukan dengan pembuatan chekdam yang mampu mereduksi sedimen sebesar 16,67%.

Kata K unci : AVSWAT 2000, Limpasan Permukaan, Erosi, Sedimen, Tingkat Bahaya Erosi, Konservasi

Abstra ct : Genting DAS terletak di Kabupaten Ponorogo Provinsi Jawa Timur . Pertumbuhan Penduduk di Genting DAS menghasilkan perubahan pada fungsi lahan . Analisis tentang pengendalian sedimen dan erosi dengan tujuan konservasi lahan di DAS Genting sangat diperlukan untuk meminimalkan masalah yang terjadi di DAS Genting. Estimasi tentang tingkat erosi dan sedimentasi yang dilakukan dan dimodelkan dengan AVSWAT 2000. Hasilnya menunjukkan bahwa jumlah limpasan permukaan adalah 94.437 mm / tahun [19659012] erosi adalah 49.189 ton / ha / tahun dan sedimenta tion adalah 6525.440 ton / tahun . Dari hasil analisis, Genting DAS memiliki 5 kategori tingkat bahaya erosi, perkiraan jumlah untuk setiap kategori erosi terhadap daerah DAS Genting adalah tingkat erosi sangat rendah 43.346 % Tingkat erosi rendah 36.773% tingkat erosi sedang 5.859% dan tingkat erosi tinggi 10.638% dan sangat tingkat erosi yang tinggi 3,384%. Untuk mengendalikan tingkat bahaya erosi, konservasi f yang dilakukan dengan mengubah tutupan lahan menghasilkan 21.634% pengurangan erosi dan pengurangan erosi 16,67% dari pembangunan checkdam.

Kata Kunci : AVSWAT 2000 limpasan permukaan, erosi, sedimentasi, Tingkat Bahaya Erosi konservasi .

Download Jurnal Disini
Jurnal

PENGENDALIAN EROSI DAN SEDIMEN DENGAN ARAHAN KONSERVASI LAHAN DI DAS GENTING KABUPATEN PONOROGO