Jurnal PENGEMBANGAN KOMPAKTES PENGARUH TERHADAP TINGKAT KETERSEDIAN RUANG TERBUKA HIJAU DI KOTA BITUNG

Download Jurnal Disini

Fenomena perluasan lahan terbuka menjadi kondisi yang terbangun ditandai dengan anak-anak yang kehilangan ruang bekerja untuk memilih menggunakan bahu jalan sebagai alternatifnya. Trend pembangunan kota yang lebih mengarah pada aktivitas-aktivitas menjadi penyebabnya ruang terbuka hijau berkurang. Solusi dari fenomena ini adalah pembangunan yang kompak atau kota padat . Bersenang-senanglah dengan kata kunci yang berhubungan dengan berjalan dengan ruang terbuka hijau. Pusat pelayanan kegiatan Kota Bitung berada di tengah kota, menjadikan wilayah berkembang dan merefleksikan daerah sebagai subpusat pelayanan kota. Target dari konsep kota kompak itu sendiri adalah kesejahteraan sosial yang berarti kualitas hidup penduduk semakin membaik. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur urban compactness terhadap tingkati ruang terbuka hijau. Faktor-faktor yang digunakan untuk mengetahui faktor kekompakan kota yang memiliki hubungan dengan ruang terbuka yang besar dan besar pengaruh yang ditimbulkan oleh kekompakan kota terhadap tingkati ruang terbuka hijau di Kota Bitung. Pada kasus-kasus ini digunakan deskriptif-detail untuk mengetahui kondisi kekompakkan dan ruang terbuka hijau di Kota Bitung. Pendekatan sederhana untuk melakukan analisis dengan analisis yang selanjutnya akan dilakukan analisis dengan menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian dapat memerhatikan bahwa faktor urban compactness yang ada di Kota Bitung masih belum mencapai standar kekompakkan di wilayahnya. Pengaruh kekompakan kota terhadap tingkat luas ruang terbuka hijau menunjukkan bahwa kepadatan penduduk memiliki pengaruh yang signifikan terhadap dimensi ruang terbuka hijau di Kota Bitung.

Kata Kunci: Kota Kompak, Perkotaan Kekompakan Ruang Terbuka Hijau

Download Jurnal Disini
Jurnal

PENGEMBANGAN KOMPAKTES PENGARUH TERHADAP TINGKAT KETERSEDIAN RUANG TERBUKA HIJAU DI KOTA BITUNG