Jurnal Pendidikan Karakter Dalam Novel Sang Pencerah Relevansinya Dengan Pendidikan Karakter Di Pondok Pesantren Modern Islam Assalaam

Jurnal Pendidikan Karakter Dalam Novel Sang Pencerah Relevansinya Dengan Pendidikan Karakter Di Pondok Pesantren Modern Islam Assalaam

Download Jurnal Disini

Diana Sari, Rosi dan -, Prof. Dr. Abdul Ngalim, M.M, M.Hum dan -, Dr. Achmad Fathoni, M.Pd
  

(2018)

Pendidikan Karakter Dalam Novel Sang Pencerah Relevansinya Dengan Pendidikan Karakter Di Pondok Pesantren Islam Modern Assalaam.

    Skripsi tesis, Universitas Muhammadiyah Surabaya.
  

  

Abstrak

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji dan mendeskripsikan: (1) Pendidikan Karakter dalam Sang Pencerah Novel. (2) Pendidikan karakter dalam PPMI Assalaam. (3) Relevansi antara Pendidikan Karakter dalam Sang Pencerah dan Karakter Pendidikan di PPMI Assalaam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi. Subyek penelitian ini adalah siswa, guru dan kepala sekolah di PPMI Assalaam. Teknik Pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Teknik validitas data dalam penelitian ini menggunakan triangulasi sumber dengan teknik triangulasi. Analisis data menggunakan model Perspektif Fenomenologi dengan proses pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah (1) ada 18 karakter yang ditemukan di Sang PencerahNovel dan juga di PPMI Assalaam. Tokoh-tokoh itu bersifat religius, jujur, toleransi, disiplin, bekerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, penghargaan prestasi, ramah / komunikatif, cinta damai, kegembiraan membaca, peduli lingkungan, kepedulian sosial, tanggung jawab. (2) ada empat relevansi yang ditemukan antara Pendidikan Karakter di Sang Pencerah dan Pendidikan Karakter di PPMI Assalaam. Pertama, Prinsip relevansi, ada tiga asas yang sama prinsip yang mengatakan Allah adalah satu-satunya Tuhan, modern berarti adaptif dan mengakomodir ide-ide baru baik dari dalam maupun luar komunitas, egaliter berarti semua orang sama yang membedakan satu sama lain adalah devosi kepada Allah. Kedua, relevansi tujuan, keduanya memiliki tujuan yang sama yaitu untuk menciptakan generasi Islam yang memiliki moral yang baik berdasarkan Al-Quran dan As-Sunnah. Ketiga, relevansi konten, berarti pendidikan karakter yang ditemukan di keduanya hampir sama. Keempat, relevansi metode, cara mereka mendidik siswa adalah sama. Misalnya, memberikan saran melalui ceramah, dialog atau diskusi, habituasi, memberikan contoh yang baik dan pembelajaran berbasis masalah.

Tindakan (perlu login)

 Lihat Item Lihat Item

Jurnal Pendidikan Karakter Dalam Novel Sang Pencerah Relevansinya Dengan Pendidikan Karakter Di Pondok Pesantren Modern Islam Assalaam

Download Jurnal Disini