Jurnal Kajian Ahad Pagi Sebagai Wahana Pendidikan Islam Nonformal di Masjid Baiturrahman Bloran Desa Karangrejo Kecamatan Kerjo Kabupaten Karanganyar Tahun 2017

Jurnal Kajian Ahad Pagi Sebagai Wahana Pendidikan Islam Nonformal di Masjid Baiturrahman Bloran Desa Karangrejo Kecamatan Kerjo Kabupaten Karanganyar Tahun 2017

Download Jurnal Disini

Suwarni, Sri dan Dr. Mohamad Ali, S.Ag., M.Pd.
  

(2018)

Kajian Ahad Pagi Sebagai Wahana Pendidikan Islam Nonformal di Masjid Baiturrahman Bloran Desa Karangrejo Kecamatan Kerjo Kabupaten Karanganyar Tahun 2017.

    Skripsi skripsi, Universitas Muhammadiyah Surakarta.
  

  

Abstrak

Pendidikan Islam adalah pendidikan universal yang mencakup semua dimensi kehidupan manusia. Pendidikan Islam memainkan peran penting dalam mengarahkan dan membimbing orang menuju kedewasaan yang bertujuan untuk membuat orang yang setia dan berpengetahuan. Pada dasarnya pendidikan Islam terdiri dari tiga jenis pendidikan Islam informal (keluarga), pendidikan Islam formal (sekolah, madrasah dan pesantren), dan pendidikan Islam nonformal. Namun, dalam penelitian ini hanya membahas tentang pendidikan Islam non-formal, yang salah satunya berkembang melalui Sunday Morning Study. Pelaksanaan Sunday Morning Study kini telah dicintai oleh berbagai kalangan dari usia remaja hingga usia lanjut. Selain itu, hadirnya Study pada Sunday Morning sebagai wahana pendidikan Islam nonformal juga memiliki dampak positif terhadap kehidupan manusia, terutama bagi para peziarah di Masjid Baiturrahman Bloran, Brangkal Rt 01 / Rw 01, Karangrejo, Kerjo, Karanganyar.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis poin-poin keunggulan pelaksanaan Studi pada Minggu Pagi sebagai wahana pendidikan Islam nonformal di Masjid Baiturrahman Desa Bloran Kecamatan Karangrejo Kerjo. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif. Sementara pengumpulan data, penulis menggunakan tiga metode termasuk metode observasi (observasi), metode wawancara, dan metode dokumentasi. Selanjutnya dalam menganalisis data, penulis menggunakan analisis data kualitatif yang dilakukan induktif melalui tiga tahap reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan atau verifikasi.
Hasil yang diperoleh oleh penulis menunjukkan bahwa (1) Studi hari Minggu pagi sebagai wahana pendidikan Islam nonformal di Masjid Baiturrahman Bloran telah diadakan sejak tahun 2016 yang kini diikuti 1.200 jemaah haji. Peziarah secara teratur mengikuti Sunday Morning Study. Ketika pembelajaran dimulai, pembicara hanya menyampaikan materi secara lisan dan para peziarah tetap bersemangat mengikuti penelitian dengan mencatat hal-hal penting yang diterima selama penelitian berlangsung. Studi pada Minggu Pagi bertujuan untuk membangun persatuan umat Islam. Berdasarkan tema, penelitian ini adalah untuk semua Muslim tanpa menghiraukan “bendera” dari masing-masing kelompok. Selain itu, Sunday Morning Study memiliki program ahad khusus yang digunakan sebagai ahad khusus, yang membuat hak istimewa melakukan Studi pada Minggu Pagi di Masjid Baiturrahman; (2) Tinjauan Masjid Pagi Baiturrahman Bloran Mosque memiliki poin keunggulan yang meliputi (a) mengusung tema studi sebagai tempat membangun persatuan Muslim, (b) jamaah hingga ribuan, (c) pertanyaan dan jawaban antara narasumber dan jamaah haji. , (d) penyelenggara Muhammadiyah tetapi komite studi, sumber daya dan peziarah tidak terbatas pada orang-orang Muhammadiyah.

Kata Kunci: Pendidikan Islam Nonformal, Masjid, Studi Minggu Pagi

Tindakan (perlu login)

 Lihat Item Lihat Item

Jurnal Kajian Ahad Pagi Sebagai Wahana Pendidikan Islam Nonformal di Masjid Baiturrahman Bloran Desa Karangrejo Kecamatan Kerjo Kabupaten Karanganyar Tahun 2017

Download Jurnal Disini

Leave a reply "Jurnal Kajian Ahad Pagi Sebagai Wahana Pendidikan Islam Nonformal di Masjid Baiturrahman Bloran Desa Karangrejo Kecamatan Kerjo Kabupaten Karanganyar Tahun 2017"

Author: 
    author