Jurnal Internasional Sifat mekanik, termal, dan biokompatibel yang ditingkatkan dari nanokomposit elektrospun komponen ganda untuk rekayasa jaringan tulang

Download Jurnal Disini

Secara tradisional, di benua Asia, minyak adalah pilihan yang diterima secara luas untuk mengurangi gangguan terkait tulang. Desain perancah menyerupai matriks ekstraseluler (ECM) sangat penting dalam rekayasa jaringan tulang. Dalam penelitian ini, scaffold multicomponent polyurethane (PU), canola oil (CO) dan neem oil (NO) dikembangkan menggunakan teknik electrospinning. Nanofibers yang dibuat menjadi sasaran berbagai uji fisikokimia dan biologis untuk memvalidasi kesesuaiannya untuk rekayasa jaringan tulang. Analisis morfologis perancah multikomponen menunjukkan pengurangan diameter serat (PU / CO-853 ± 141,27 nm dan PU / CO / NO-633 ± 137,54 nm) dibandingkan dengan PU (890 ± 116,911 nm). Keberadaan CO dan NO dalam matriks PU dikonfirmasi oleh spektrum inframerah (IR) dengan pembentukan ikatan hidrogen. PU / CO menampilkan sudut kontak rata-rata 108,7 ° ± 0,58 sedangkan PU / CO / NO menunjukkan sifat hidrofilik dengan sudut 62,33 ° ± 2,52. Multikomponen yang dikembangkan juga menunjukkan stabilitas termal yang lebih tinggi dan peningkatan kekuatan mekanik dibandingkan dengan PU murni. Analisis Atomic force microscopy (AFM) menggambarkan kekasaran permukaan yang lebih rendah untuk nanokomposit (PU / CO-389 nm dan PU / CO / NO-323 nm) dibandingkan PU murni (576 nm). Investigasi kompatibilitas darah menunjukkan sifat antikoagulan komposit. Studi sitokompatibilitas mengungkapkan sifat tidak beracun dari komposit yang dikembangkan dengan sel-sel fibroblast manusia (HDF). Scaffold PU nanokomposit berpori yang baru dikembangkan terdiri dari CO dan NO dapat berfungsi sebagai kandidat potensial untuk rekayasa jaringan tulang.

Download Jurnal Disini
Jurnal

Sifat mekanik, termal, dan biokompatibel yang ditingkatkan dari nanokomposit elektrospun komponen ganda untuk rekayasa jaringan tulang