Jurnal Internasional Penginderaan Jauh, Vol. 10, Halaman 972: Penilaian Kinerja Irigasi di DAS Sungai Besar di Bawah Lingkungan Limbah Data – Kasus Kabul River Basin, Afghanistan

Download Jurnal Disini

Penginderaan Jauh, Vol. 10, Halaman 972: Penilaian Kinerja Irigasi di DAS Sungai Besar di Bawah Lingkungan Limbah Data – Kasus Kabul River Basin, Afghanistan

Penginderaan Jauh doi: 10.3390 / rs10060972

Penulis:
Fazlullah Akhtar
Usman Khalid Awan
Bernhard Tischbein
Umar Waqas Liaqat

Cekungan Sungai Kabul (KRB) Afghanistan, garis hidup sekitar 10 juta orang, memiliki banyak pemerintahan, manajemen, dan tantangan terkait pembangunan yang menyebabkan ketidakadilan, ketidakmampuan, dan tidak dapat diandalkannya distribusi air irigasi. Sebelum ada intervensi yang menggembirakan, ada kebutuhan untuk mengevaluasi kinerja sistem irigasi secara jangka panjang untuk mengidentifikasi kemacetan yang ada. Meskipun ada beberapa indikator yang tersedia untuk evaluasi kinerja skema irigasi, kami menggunakan koefisien variasi (CV) evapotranspirasi aktual (ETa) dalam ruang (cekungan, sub-basin, dan tingkat provinsi), evapotranspirasi relatif (RET), dan CV sementara RET, untuk menilai kesetaraan, kecukupan, dan keandalan distribusi air, masing-masing, dari tahun 2003 hingga 2013. ETa diperkirakan melalui algoritma keseimbangan energi permukaan (SEBS) dan estimasi ETa divalidasi menggunakan angsuran advokasi (AA) metode dengan nilai R2 0,81 dan 0,77 di Nawabad dan Sultanpur stasiun, masing-masing. Sistem asimilasi data lahan global (GLDAS) dan produk sensor pencitraan resolusi sedang (MODIS) digunakan sebagai input utama untuk SEBS. Hasil menunjukkan bahwa nilai RET rata-rata sub-musim musiman selama musim panas (Mei & amp;; September) (0,37 & amp; plusmn; 0,06) dan musim dingin (Oktober & amp; ndash; April) (0,40 & amp; plusmn; 0,08) berada di bawah nilai target (RET & amp; ge; 0,75) selama tahun 2003 & amp; 2013. CV dari ETa rata-rata, dalam sub-cekungan dan provinsi untuk seluruh periode penelitian, memiliki distribusi air yang merata dari Oktober & amp; Januari (0,09 & amp; plusmn; 0,04), sedangkan ketidaksetaraan tertinggi (0,24 & amp; plusmn; 0,08) dalam distribusi air selama musim panas awal. Kisaran CV dari rata-rata ETa (0,04 & amp; ndash; 0,06) secara bulanan dan musiman menunjukkan tidak dapat diandalkan pasokan air di beberapa provinsi atau sub-cekungan. Analisis CV sementara dari RET rata-rata menyoroti pasokan air yang tidak dapat diandalkan di seluruh cekungan. ETa maksimum selama periode penelitian diperkirakan untuk sub-basin Shamal (552 & amp; plusmn; 43 mm) sementara di antara provinsi-provinsi, Kunar mengalami ETa tertinggi (544 & amp; plusmn; 39 mm). Studi ini menyoroti perlunya intervensi untuk meningkatkan kinerja irigasi dalam ruang dan waktu. Metodologi yang diusulkan dapat digunakan sebagai kerangka kerja untuk memantau dan menerapkan rencana distribusi air di masa depan.

Download Jurnal Disini
Jurnal

Penginderaan Jauh, Vol. 10, Halaman 972: Penilaian Kinerja Irigasi di DAS Sungai Besar di Bawah Lingkungan Limbah Data - Kasus Kabul River Basin, Afghanistan

Leave a reply "Jurnal Internasional Penginderaan Jauh, Vol. 10, Halaman 972: Penilaian Kinerja Irigasi di DAS Sungai Besar di Bawah Lingkungan Limbah Data – Kasus Kabul River Basin, Afghanistan"