Jurnal Internasional Penggunaan tembakau tanpa asap: pola penggunaan, pengetahuan dan persepsi di kalangan remaja Bangladesh pedesaan

Download Jurnal Disini

Latar belakang
               Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki praktek dan pola penggunaan tembakau tanpa asap (SLT) serta pengetahuan dan persepsi tentang efek buruknya di kalangan remaja Bangladesh pedesaan.
            
            
               Metode
               Sebuah survei cross-sectional dilakukan di antara siswa berusia 13-18 tahun di dua sekolah menengah pedesaan di Bangladesh pada bulan Agustus 2015. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang dikelola sendiri yang terdiri dari topik yang berasal dari Teori Kognitif Sosial dan Model Kepercayaan Kesehatan (pribadi karakteristik, faktor lingkungan, self-efficacy, outcome expectancies, kerentanan yang dirasakan, keparahan yang dirasakan, manfaat yang dirasakan, hambatan yang dirasakan, dan petunjuk untuk bertindak). Analisis data dilakukan menggunakan SPSS versi 24. Analisis deskriptif dilakukan untuk menentukan pola penggunaan dan pengetahuan SLT saat ini tentang efek buruknya. Uji chi-square dan uji Fisher dilakukan untuk mengeksplorasi hubungan antar variabel. Terakhir, model regresi logistik digunakan untuk mencari prediktor untuk penggunaan SLT saat ini.
            
            
               Hasil
               Sebanyak 790 siswa berpartisipasi dalam penelitian ini. Di antara mereka, 9,5% (75) telah menggunakan SLT setidaknya sekali dan 3,7% (29) adalah pengguna SLT saat ini. Laki-laki memiliki insiden penggunaan SLT yang lebih tinggi dibandingkan dengan perempuan. Mayoritas siswa (77,3%) memulai penggunaan SLT antara 10-13 tahun. 'Zarda' adalah jenis SLT yang paling umum digunakan dan sebagian besar pengguna saat ini (86%) dapat membeli SLT tanpa batasan usia. Sebagian besar pengguna saat ini (90%) ingin segera berhenti dari SLT; namun, bantuan profesional tidak tersedia di sekolah. Secara keseluruhan, siswa memiliki pengetahuan yang baik tentang efek berbahaya dari SLT dengan 54,8% (428) responden yang masuk dalam kategori pengetahuan yang baik. Namun, mayoritas pengguna tidak pernah SLT (55,4%; 396) memiliki pengetahuan yang baik dibandingkan dengan pengguna SLT (42,7%; 32). Prediktor signifikan dari penggunaan SLT saat ini termasuk menjadi siswa berusia 14 tahun ke atas (OR = 6,58, 95% CI [2.23–28.31]) serta variabel self-efficacy (OR = 5,78, 95% CI [1.46–19.65]), dirasakan hambatan (OR = 0,30, 95% CI [0.10–0.74]), manfaat yang dirasakan (OR = 0,21, 95% CI [0.05–1.03]) dan keparahan yang dirasakan (OR = 0,36, 95% CI [0.16–0.91]).
            
            
               Diskusi
               Studi ini menunjukkan perlunya program pencegahan dan pengendalian yang komprehensif di sekolah-sekolah pedesaan yang menargetkan remaja muda. Ukuran efektif harus diambil untuk membentuk kembali sikap remaja pedesaan terhadap kepercayaan diri dan kompetensi, untuk mencegah penggunaan SLT.

Download Jurnal Disini
Jurnal

Penggunaan tembakau tanpa asap: pola penggunaan, pengetahuan dan persepsi di kalangan remaja Bangladesh pedesaan