Jurnal Internasional Memodelkan dinamika longsoran batu besar di Dolomites (Alpen Italia timur) menggunakan DEM multi-temporal

Download Jurnal Disini

Kemajuan terbaru dalam teknik akuisisi data topografi telah sangat meningkatkan kemungkinan untuk menganalisis lanskap untuk memahami proses yang membentuknya. Model Elevasi Digital Resolusi-tinggi (DEM), seperti yang berasal dari LiDAR, memberikan informasi topografi mendetail. Secara khusus, jika DEM multi-temporal tersedia, dimungkinkan untuk melakukan analisis pendeteksian perubahan geomorfik yang terperinci. Analisis ini dapat memberikan informasi tentang dinamika longsor besar dan dengan demikian, dapat berguna untuk penilaian risiko longsor. Namun, DEM yang berasal dari LiDAR sebagian besar hanya tersedia sebagai survei pasca-acara. Teknik ini relatif baru, dan otoritas lokal atau nasional hanya memulai survei yang tersebar luas dalam dekade terakhir. Oleh karena itu, ada minat tertentu untuk menganalisis efektivitas DEM yang berasal dari kartografi teknis untuk menghasilkan perkiraan volumetrik yang dapat diandalkan terkait dengan longsor besar. Studi ini mengevaluasi penggunaan analisis DEM of Difference (DoD) multi-sumber untuk penyelidikan tanah longsor besar –Le Laste–, yang terjadi pada 12 November 2014 di Gunung Antelao (Alpen Italia timur). Tanah longsor dimulai sebagai batu longsor 365.000 m3 dekat dengan puncak gunung dan berubah menjadi longsoran puing selama peluncurannya. Perbandingan DEM pre dan post event memungkinkan untuk identifikasi dan kuantifikasi area erosi dan deposisi, dan untuk estimasi volume longsor. Sebuah analisis balik suara tanah longsor dengan model angka 3D DAN3D didasarkan pada perbandingan ini dan pada rekaman seismik dari peristiwa tersebut. Rekaman seismik ini terbukti sangat bermanfaat, karena mereka memungkinkan untuk kalibrasi kecepatan tanah longsor simulasi. Hal ini memastikan keandalan model meskipun data topografi, ketidakpastian intrinsik. Kami menemukan bahwa menggunakan DEM pra-peristiwa yang berasal dari kartografi teknis cenderung sedikit melebih-lebihkan volume sehubungan dengan penggunaan DEM LiDAR yang lebih akurat. Dalam beberapa tahun terakhir, risiko longsor di sekitar Mt. Antelao telah meningkat seiring dengan pertumbuhan populasi dan aktivitas manusia di daerah tersebut. Akumulasi sedimen yang dihasilkan oleh longsor Le Laste secara signifikan memperkuat bahaya aliran debris dengan menyediakan sumber sedimen baru. Oleh karena itu, sangat penting untuk menggambarkan distribusi bahan ini untuk memungkinkan penilaian bahaya aliran puing-puing yang memadai. Properti material yang berasal dari analisis belakang longsor Le Laste dapat digunakan untuk mensimulasikan pelarian kemungkinan kejadian di masa depan, dan untuk menghasilkan peta zona bahaya yang dapat diandalkan, yang diperlukan untuk mitigasi risiko yang efektif.

Download Jurnal Disini
Jurnal

Memodelkan dinamika longsoran batu besar di Dolomites (Alpen Italia timur) menggunakan DEM multi-temporal