Jurnal Internasional Kemampuan sensor medan magnet untuk memantau makan di tiga herbivora domestik

Download Jurnal Disini

Tingkat di mana hewan menelan makanan adalah bagian mendasar dari ekologi hewan meskipun jarang dihitung, dengan tag hewan-melekat baru-dikembangkan menyediakan pendekatan yang berpotensi layak. Namun, hingga saat ini, metode ini tidak memiliki kejelasan dalam membedakan berbagai perilaku makan, seperti 'mengunyah' dari 'menggigit'. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji penggunaan sensor sudut antar mandibula (IMASEN), untuk mengukur perilaku penggembalaan di herbivora termasuk sapi (Bos taurus), domba (Ovis aries) dan kambing kerdil (Capra aegagrus hircus) makan bahan makanan yang berbeda. Secara khusus, kami bertujuan untuk: (1) menghitung gerakan rahang dari setiap spesies dan menentukan perbedaan antara menggigit dan mengunyah; (2) menilai apakah jenis makanan yang berbeda dapat dibedakan dari gerakan rahang; dan (3) menentukan apakah perbedaan spesies-spesifik dalam gerakan rahang dapat dideteksi. Subyek difilmkan saat mengkonsumsi konsentrat, rumput kering, dan menelusuri untuk memungkinkan perbandingan gerakan rahang yang diamati dan IMASEN. Studi ini menunjukkan bahwa IMASEN dapat secara akurat mendeteksi gerakan rahang makan herbivora, dan, berdasarkan tingkat gerakan rahang, dapat mengklasifikasikan menggigit (mengambil bahan baru ke dalam mulut) dari mengunyah (bahan pengunyah yang sudah ada di dalam mulut). Perilaku menggigit terkait dengan pelet konsentrat dapat diidentifikasi dengan mudah karena ini terjadi pada tingkat tercepat untuk semua spesies. Namun, tingkat mengunyah makanan yang berbeda lebih sulit untuk membedakan satu sama lain. Perbandingan mengunyah: rasio gigitan dari berbagai jenis makanan yang dimakan oleh masing-masing spesies tidak menunjukkan perbedaan. Perbedaan spesies dapat diidentifikasi dengan menggunakan tingkat menggigit dan mengunyah. Ternak secara konsisten menunjukkan gigitan yang lebih lambat dan mengunyah harga untuk kambing domba dan kerdil ketika diberi makan, sementara kambing domba dan kerdil menunjukkan tingkat gigitan dan pengunyah yang sama ketika diberi makan pada pelet konsentrat. Perbedaan spesifik spesies pada kunyah: rasio gigitan tidak diidentifikasi. Magnetometry memiliki potensi untuk merekam aspek kuantitatif mencari makan seperti durasi makan, waktu penanganan makanan dan jenis makanan. Ini sangat penting bagi para peneliti yang tertarik pada captive (misalnya, produktivitas pertanian) dan dinamika pencarian hewan liar karena dapat memberikan data kuantitatif dengan gangguan pengamat minimal.

Download Jurnal Disini
Jurnal

Kemampuan sensor medan magnet untuk memantau makan di tiga herbivora domestik