Jurnal Internasional Karakterisasi fisik, mekanik dan energi dari pelet kayu yang diperoleh dari tiga spesies tropis umum

Download Jurnal Disini

Latar belakang
               Kebutuhan akan sumber energi dengan emisi gas rumah kaca yang rendah dan produksi yang berkelanjutan mendorong pencarian sumber-sumber biomassa alternatif. Namun, penggunaan bahan bakar biomassa menghadapi masalah penyimpanan, transportasi dan kepadatan energi yang lebih rendah. Nilai densitas rendah dapat mempengaruhi kepadatan energi secara negatif, yang menyebabkan peningkatan biaya transportasi dan penyimpanan. Penggunaan pelet sebagai sumber biomassa alternatif adalah cara untuk mengurangi volume biomassa melalui densifikasi, yang meningkatkan kualitas energinya. Mereka dihasilkan oleh sumber daya biomassa yang beragam dan terutama dari bahan kayu. Dalam semua kasus, penting untuk mengevaluasi karakteristik bahan bakar, untuk menentukan kesesuaian mereka pada sistem pemanas dan penanganan properti.
            
            
               Metode
               Penelitian ini menentukan dan membandingkan data dari analisis proksimat, nilai kalor, sifat fisik dan mekanik pelet kayu yang dihasilkan dari spesies tropis umum Acacia wrightii, Ebenopsis ebano dan Havardia pallens. Data diperoleh dari pelet yang dihasilkan dari setiap jenis keripik yang dikumpulkan dari perkebunan percobaan dan dianalisis melalui uji ANOVA dan Kruskal-Wallis pada tingkat signifikansi 0,05.
            
            
               Hasil
               Hasil rasio diameter, panjang dan panjang / diameter tidak menunjukkan perbedaan statistik (p> 0,05) di antara spesies. Acacia wrightii menunjukkan kepadatan tertinggi (1,2 g / cm3). Nilai-nilai pada berat yang ditahan dan uji kompresi menunjukkan perbedaan statistik (p = 0,05) di antara spesies. Havardia pallens lebih tahan terhadap kekuatan kompresi daripada A. wrightii dan Ebenopsis ebano. Perbedaan statistik (p <0,01) juga diamati untuk materi volatil dan nilai kalor. E. ebano memiliki bahan volatil terendah (72%), nilai kalor tertinggi (19,6 MJ / kg) serta karbon tetap (21%).                                          Diskusi                Pelet dari spesies yang diteliti memiliki kepadatan energi yang tinggi, yang membuatnya cocok untuk aplikasi pemanasan komersial dan industri. Pelet dengan resistansi kompresi rendah cenderung hancur dengan mudah, karena adsorpsi kelembaban. Persentase yang diperoleh untuk indeks resistensi lebih tinggi dari 97,5%, menunjukkan bahwa pelet yang dipelajari adalah biofuel berkualitas tinggi. Nilai analisis proksimat juga menunjukkan parameter pembakaran yang baik. Pelet dari Acacia wrightii dan Ebenopsis ebano adalah sumber bahan baku yang lebih menguntungkan untuk keperluan energi karena kepadatannya yang tinggi, nilai kalor, kadar abu yang rendah dan mereka juga memenuhi sebagian besar parameter kualitas internasional.
Download Jurnal Disini
Jurnal

Karakterisasi fisik, mekanik dan energi dari pelet kayu yang diperoleh dari tiga spesies tropis umum