Jurnal Internasional Indeks kerataan wajah: aplikasi dalam ortodontik

No view

Download Jurnal Disini

Indeks kerataan wajah telah digunakan dalam antropologi untuk membedakan perbedaan di antara populasi. Mereka dievaluasi pada tengkorak dari seluruh dunia.

Tujuan
(1) untuk mengevaluasi penggunaan indeks kerataan wajah dalam ortodontik dan (2) untuk menilai variasi mereka di antara maloklusi, usia dan jenis kelamin.

Material dan metode
Sebanyak 322 radiografi computed tomography balok kerucut yang didigitalkan dan tiga indeks wajah (frontal, simotik dan zygomaxillary) bersama dengan tiga jarak transversal (fmo1-fmo2, zma1-zma2 dan n1-n2) dinilai dan dibandingkan antara kelompok yang berbeda.

Hasil
Indeks zygomaxillary meningkat pada Kelas II (32,6 ± 0,42; p <0,001) dan menurun pada maloklusi Kelas III (29,4 ± 0,66; p <0,001) dibandingkan dengan Kelas I (31,18 ± 0,3; p <0,001). Kerataan bagian depan dan hidung bukanlah ciri khas dari salah satu maloklusi sagital. Indeks kerataan wajah tidak berbeda antara pria dan wanita dan antara pasien yang tumbuh dan yang tidak tumbuh. Kesimpulan Posisi titik subspinale (titik A) maju atau mundur relatif terhadap lebar zygomaxillary adalah faktor penilaian kerataan wajah. Indeks zygomaxillary dapat membantu dalam menimbang secara proporsional lebar maksila (ekspansi) relatif terhadap posisi sagitalnya dalam maloklusi Kelas II dan Kelas III.
Download Jurnal Disini
Jurnal

Indeks kerataan wajah: aplikasi dalam ortodontik