Jurnal Internasional Iklim, Vol. 7, Halaman 99: Tata Guna Tanah / Perubahan Penutupan Lahan dan Dampaknya pada Pulau-Pulau Panas Perkotaan: Studi Kasus Kota Kandy, Sri Lanka

Download Jurnal Disini

Iklim, Vol. 7, Halaman 99: Tata Guna Lahan / Perubahan Penutupan Lahan dan Dampaknya pada Permukaan Pulau Perkotaan Panas: Studi Kasus Kota Kandy, Sri Lanka

Iklim doi: 10.3390 / cli7080099

Penulis:
Dissanayake
Morimoto
Ranagalage
Murayama

Pulau panas perkotaan (UHI) adalah sebuah fenomena yang menunjukkan suhu lebih tinggi di daerah perkotaan dibandingkan dengan daerah pedesaan sekitarnya karena dampak dari kepadatan permukaan (IS), dan aktivitas antropogenik lainnya termasuk perubahan penggunaan lahan / tutupan lahan (LULC). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji perubahan tata guna lahan / perubahan tutupan lahan spatiotemporal dan dampaknya terhadap permukaan UHI (SUHI) di Kota Kandy, Sri Lanka, menggunakan data Landsat dan teknik geospasial. Klasifikasi LULC dibuat dengan menggunakan metode klasifikasi terawasi berorientasi pixel, dan perubahan LULC dihitung dengan menggunakan perbandingan lintas-penutup. Efek SUHI dibahas terutama melalui variasi suhu permukaan tanah (LST) dibandingkan IS yang persisten dan IS yang baru ditambahkan. Studi ini menunjukkan dinamika masing-masing LULC dan perannya dalam SUHI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa area IS diperluas dari 529 menjadi 1514 ha (2,3% menjadi 6,7% dari total luas lahan) antara 1996 dan 2006, dan menjadi 5.833 ha (23,9% dari total luas lahan) pada tahun 2017, dengan tingkat pertumbuhan tahunan dari 11,1% per tahun dari tahun 1996 hingga 2006 dan 12,2% per tahun dari tahun 2006 hingga 2017. Tren penurunan secara bertahap diamati di kawasan hutan. IS yang terus-menerus melaporkan area LST rata-rata tertinggi dibandingkan dengan IS yang baru ditambahkan. Perbedaan LST rata-rata antara IS persisten dan IS yang baru ditambahkan adalah 1,43 μg selama periode penelitian. Ini karena area IS yang persisten biasanya dikelilingi oleh IS bahkan di lingkungan mereka, sedangkan area IS yang baru ditambahkan terjadi di tepi kota dan, karenanya, didinginkan oleh permukaan non-urban di sekitarnya. Hal ini membutuhkan metode pengelolaan lanskap yang tepat dan berorientasi hijau untuk mengurangi dampak SUHI di Kota Kandy. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa perubahan LULC dan pengaruhnya terhadap SUHI dari tahun 1996 hingga 2017 memberikan kontribusi yang signifikan terhadap catatan panjang dinamika perubahan.

Download Jurnal Disini
Jurnal

Iklim, Vol. 7, Halaman 99: Tata Guna Tanah / Perubahan Penutupan Lahan dan Dampaknya pada Pulau-Pulau Panas Perkotaan: Studi Kasus Kota Kandy, Sri Lanka

Leave a reply "Jurnal Internasional Iklim, Vol. 7, Halaman 99: Tata Guna Tanah / Perubahan Penutupan Lahan dan Dampaknya pada Pulau-Pulau Panas Perkotaan: Studi Kasus Kota Kandy, Sri Lanka"

Author: 
    author