Jurnal Internasional Humaniora, Vol. 7, Halaman 113: Perang Dunia Kedua, Imperial, dan Nostalgia Kolonial: Kampanye Afrika Utara dan Medan Pertempuran Memori

Download Jurnal Disini

Humaniora, Vol. 7, Halaman 113: Perang Dunia Kedua, Kekaisaran, dan Nostalgia Kolonial: Kampanye Afrika Utara dan Medan Perang Memori

Kemanusiaan doi: 10.3390 / h7040113

Penulis:
Eva Kingsepp

Artikel ini membahas fungsi nostalgia kolonial (pos) dalam konteks memori multi arah (Rothberg 2009) di Eropa kontemporer. Bagaimana bisa berbagai ingatan budaya dari Perang Kata Kedua dimasukkan ke dalam dialog yang saling menghormati satu sama lain? Teks ini didasarkan pada bacaan kontrapungtal (Kata 1994) dari narasi populer Inggris dan Mesir, terutama film dokumenter Inggris tentang Kampanye Afrika Utara, tetapi juga menampilkan film dan novel, dan data dari wawancara kualitatif yang dikumpulkan selama kerja lapangan etnografi di Alexandria dan Kairo, Mesir, selama kunjungan 2013 & amp; 2015; Studi ini menyoroti perbedaan yang cukup besar antara narasi Inggris dan Mesir, tetapi juga kesamaan yang signifikan mengenai penggunaan dan fungsi nostalgia. Selain itu, narasi Mesir mengungkapkan nostalgia kosmopolitan yang mendalam dan kerinduan untuk apa yang dianggap sebagai “Golden Age” yang hilang di zaman modern, diidentifikasi sebagai dekade sebelum perubahan mendasar bangsa ini dari monarki berorientasi barat ke Nasser & amp; ; negara militer nasionalis Arab. Unsur-unsur umum antara dua narasi nasional menunjukkan cara yang mungkin bermanfaat untuk membuka budaya memori populer bersama tentang tahun-tahun perang, termasuk aspek pascakolonial.

Download Jurnal Disini
Jurnal

Humaniora, Vol. 7, Halaman 113: Perang Dunia Kedua, Imperial, dan Nostalgia Kolonial: Kampanye Afrika Utara dan Medan Pertempuran Memori

Leave a reply "Jurnal Internasional Humaniora, Vol. 7, Halaman 113: Perang Dunia Kedua, Imperial, dan Nostalgia Kolonial: Kampanye Afrika Utara dan Medan Pertempuran Memori"

Author: 
    author