Jurnal Internasional Crowdsourcing dalam penelitian medis: teori dan praktik

15 views

Download Jurnal Disini

Bidang crowdsourcing untuk obat-obatan telah berkembang secara substansial. Kami mendefinisikan crowdsourcing sebagai organisasi yang memiliki upaya kelompok besar untuk memecahkan masalah komunitas, kemudian berbagi solusi dengan publik yang lebih luas. Kelompok besar individu dapat berpartisipasi dalam penelitian medis melalui kontes terbuka, hackathon, dan kegiatan terkait. Tujuan tinjauan pustaka ini adalah untuk menguji definisi, teori, dan praktik crowdsourcing dalam kedokteran untuk memfasilitasi riset crowdsourcing. Tinjauan multi-disiplin ini mendefinisikan crowdsourcing untuk kesehatan, mengidentifikasi pendahulu teoritis (kecerdasan kolektif dan model open source), dan mengeksplorasi implikasi dari pendekatan tersebut. Beberapa kritik crowdsourcing juga diperiksa. Meskipun beberapa definisi crowdsourcing ada, ada dua elemen penting: (1) memiliki kelompok besar individu, termasuk ahli dan non-ahli, mengusulkan solusi potensial; (2) berbagi solusi dengan publik melalui implementasi atau bahan akses terbuka. Publik dapat menjadi kekuatan sentral dalam membingkai masalah umum dan mengembangkan solusi yang layak dan menarik. Crowdsourcing terkait dengan, tetapi berbeda dari pendekatan penelitian partisipatif lainnya. Crowdsourcing dapat berguna untuk menginformasikan penelitian, program, dan kebijakan medis. Basis bukti yang berkembang menunjukkan bahwa crowdsourcing dalam kedokteran dapat menghasilkan hasil berkualitas tinggi, keterlibatan masyarakat luas, dan lebih banyak ilmu terbuka.

Download Jurnal Disini
Jurnal

Crowdsourcing dalam penelitian medis: teori dan praktik