Jurnal Internasional Bagaimana cara menilai akurasi model distribusi spesies: menggunakan metode internal-spasial atau eksternal-spasial?

Download Jurnal Disini

Model distribusi spesies (SDMs) telah menjadi alat yang semakin penting dalam ekologi, biogeografi, evolusi dan, baru-baru ini, dalam manajemen konservasi, perencanaan lanskap dan penelitian perubahan iklim. Penilaian akurasi prediktif mereka merupakan salah satu isu mendasar dalam pengembangan dan penerapan SDM. Penilaian akurasi untuk model harus memiliki koneksi yang dekat dengan tujuan penggunaan model. Namun, kami menemukan bahwa metode evaluasi umum (kami beri nama internal-aspatial) biasanya mengabaikan bagaimana peta prediksi spasial benar-benar terlihat seperti, dan mencapai untuk distribusi spesies dunia nyata dan untuk aplikasi. Oleh karena itu, dalam penelitian ini kami mengusulkan metode spasial untuk mengevaluasi kinerja model dengan menilai bagaimana tampilan peta prediksi (kami beri nama spasial eksternal). Kami mengambil Hooded Crane (Grus monacha) sebagai suatu kasus, dalam penelitian ini, untuk membandingkan dua metode ini (kinerja internal-aspatial dan eksternal-spasial). Kedua metode tersebut dinyatakan dengan tiga kriteria evaluasi SDM yang umum digunakan (AUC, Kappa dan TSS). Selain itu, akurasi model juga dinilai melalui evaluasi peta prediksi dengan pengetahuan tentang spesies studi dan bantuan data kejadian alternatif. Kami menggunakan dua algoritma penggalian data yang populer (Random Forest dan TreeNet) dan menjalankan 8 eksperimen menggunakan prediksi 1, 3, 5, 8, 11, 21, 29 dan 78, memungkinkan untuk mengembangkan keseluruhan 16 model untuk penilaian ini. Hasil menunjukkan bahwa AUC memiliki hubungan linier yang signifikan dengan Kappa dan TSS. Kedua metode spasial-spasial dan eksternal-spasial bisa mendapatkan nilai AUC yang lebih tinggi dan mereka dekat. Hal ini menunjukkan bahwa penilaian model internal-aspatial dapat berfungsi sebagai metrik penilaian-aspirasi yang kuat tanpa perlu data sekunder bahkan! Namun demikian, evaluasi peta prediksi internal-spasial, eksternal spasial, dan data kejadian alternatif tidak dapat membedakan model yang baik dengan set prediktor yang berbeda. Ini adalah pertama kalinya konsep kriteria penilaian spasial diekspresikan dan dinilai. Secara keseluruhan, kami berharap dapat melihat lebih banyak penelitian tentang kriteria spasial yang bermakna dan mengusulkan metode yang lebih banyak dan lebih baik untuk mengevaluasi SDM dan peta distribusi di masa depan.

Download Jurnal Disini
Jurnal

Bagaimana cara menilai akurasi model distribusi spesies: menggunakan metode internal-spasial atau eksternal-spasial?