Jurnal Internasional Analisis morfometrik geometris pada kepiting air tawar betina di Sarawak (Kalimantan) memungkinkan mengatasi masalah terkait taksonomi

Download Jurnal Disini

Taksonomi kepiting air tawar membutuhkan perubahan paradigma dalam pendekatan metodologis, khususnya dalam investigasi yang menggunakan teknik morfologis. Pendekatan morfometrik tradisional (pengukuran dua dimensi) cenderung tidak sesuai untuk identifikasi kepiting air tawar karena variabel morfologi eksternal mereka dan kurangnya gonopoda (biasanya digunakan untuk identifikasi kepiting jantan) pada wanita. Dalam studi ini, kami mengeksplorasi potensi penggunaan teknik morfometrik geometris untuk identifikasi kepiting air tawar betina, dan mengidentifikasi karakteristik kunci taksonomi spesies. Bentuk karapas bisa menjadi karakteristik yang baik untuk identifikasi kepiting betina, terutama ketika teknik morfometrik geometri digunakan. Diamati bahwa bentuk karapas memiliki keunggulan dibandingkan bentuk pleon dan chela karena orientasi yang relatif datar memungkinkan persiapan data yang lebih konsisten dan lebih mudah untuk analisis morfometrik geometris. Teknik morfometrik geometris tidak mahal, relatif lebih hemat waktu untuk digunakan, dan akurat. Teknik ini nyaman ketika pembedahan untuk memeriksa gonopoda tidak mungkin, yang dapat merusak spesimen dalam kasus spesies langka atau langka. Karena teknik ini hanya digunakan di sini untuk dua spesies, diperlukan bukti yang lebih meyakinkan dan ekstensif sebelum keandalan metode ini dapat dibuktikan.

Download Jurnal Disini
Jurnal

Analisis morfometrik geometris pada kepiting air tawar betina di Sarawak (Kalimantan) memungkinkan mengatasi masalah terkait taksonomi