Jurnal Internasional Air, Vol. 11, Halaman 127: Penghapusan Patogen Enterik dari Air Limbah Nyata Menggunakan Ozonasi Tunggal dan Katalitik

Download Jurnal Disini

Air, Vol. 11, Halaman 127: Penghapusan Patogen Enterik dari Air Limbah Nyata Menggunakan Ozonasi Tunggal dan Katalitik

Air doi: 10.3390 / w11010127

Penulis:
João Gomes
Danilo Frasson
Rosa M. Quinta-Ferreira
Ana Matos
Rui C. Martins

Kelangkaan air adalah salah satu masalah utama abad ini. Reklamasi air muncul sebagai alternatif karena penggunaan kembali air limbah yang diolah. Oleh karena itu, teknologi pengolahan limbah cair (lumpur aktif, cakram biologis putar, beding perkolasi) harus ditingkatkan karena mereka tidak mampu menghilangkan kontaminan yang muncul seperti patogen enterik (bakteri dan virus). Polutan ini sulit dihilangkan dari air limbah dan menyebabkan konsekuensi yang merugikan bagi kesehatan manusia. Proses oksidasi lanjutan, seperti ozonasi tunggal dan katalitik, muncul sebagai pelengkap yang cocok untuk proses konvensional. Ozonasi katalitik dilakukan dengan menggunakan bahan berbiaya rendah, batuan vulkanik. Ozonasi tunggal dan katalitik mampu mempromosikan penghapusan total Escherichia coli dari air limbah kota setelah 90 menit kontak. Kehadiran batuan vulkanik meningkatkan efisiensi disinfeksi karena pertumbuhan E. coli tidak diamati. Virus yang diidentifikasi (Norovirus genotipe I dan II dan virus JC) sepenuhnya dihapus menggunakan ozonasi katalitik, sedangkan ozonasi tunggal tidak dapat menghilangkan virus JC bahkan setelah 150 menit perawatan. Kinerja yang lebih tinggi dari proses katalitik dapat dijelaskan dengan pembentukan radikal hidroksil, membuktikan bahwa desinfeksi terjadi dalam cairan curah dan bukan karena adsorpsi pada batuan vulkanik.

Download Jurnal Disini
Jurnal

Air, Vol. 11, Halaman 127: Penghapusan Patogen Enterik dari Air Limbah Nyata Menggunakan Ozonasi Tunggal dan Katalitik

Leave a reply "Jurnal Internasional Air, Vol. 11, Halaman 127: Penghapusan Patogen Enterik dari Air Limbah Nyata Menggunakan Ozonasi Tunggal dan Katalitik"

Author: 
    author