Jurnal Analisis Risiko Produksi Usahatani Bawang Merah di Desa Petak Kecamatan Bagor Kabupaten Nganjuk

Download Jurnal Disini

Petani bawang merah di Desa Petak sebagian besar melakukan usahatani bawang merah melampaui musimnya atau di luar musim . Usahatani bawang merah yang dilakukan saat berada di luar musimnya atau di luar musim tidak akan menghasilkan hasil maksimal karena cuaca dan mendukung tidak mendukung pertumbuhan, sehingga memungkinkan hasil produksi bawang merah yang dihasilkan rendah. Rendahnya produksi yang disebabkan karena adanya risiko yang terkait petani merah di Desa Petak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari sumber risiko produksi di Desa Petak, tingkat risiko produksi, dan faktor-faktor yang mempengaruhi risiko produksi usahatani bawang merah melewati musim atau di luar musim di Desa Petak. Metode Penentuan Daerah Penelitian dilakukan secara sengaja (metode purposive). Metode penelitian ini adalah metode deskriptif dan analitik. Populasi petani bawang merah saat di luar musim berjumlah 52 dengan sampel 46. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Analisis yang digunakan yaitu analisis risiko secara deskriptif, analisis varians, variasi koefisien, standar deviasi peta risiko, dan Analisis model Just and Pope serta analisis model regresi Cobb-Douglas . Sumber risiko produksi usahatani bawang merah di Desa Petak Kecamatan Bagor Kabupaten Nganjuk adalah cuaca dan iklim, hama dan penyakit, kualitas benih bawang merah, kesuburan lahan usahatani, dan sumber daya manusia atau petani yang melakukan proses budidaya bawang merah. Tingkat risiko produksi usahatani bawang merah saat di luar musim di Desa Petak berdasarkan nilai varians berjumlah 2,10, standar deviasi 1,45, dan koefisien variasi 1,01 maka risiko produksi usahatani bawang merah memerlukan petani tinggi, sedangkan berdasarkan peta risiko produksi mengenai bunga merah yang menyangkut petani tergantung pada oranye daerah sesuai dengan kategori sesuai dengan tinggi. Musim-musim di Desa Petak adalah faktor pestisida cair, sedangkan faktor benih, pupuk, pestisida padat dan tenaga kerja tidak sesuai dengan kebutuhan terhadap produksi garam merah.

Download Jurnal Disini
Jurnal

Analisis Risiko Produksi Usahatani Bawang Merah di Desa Petak Kecamatan Bagor Kabupaten Nganjuk