Pengertian Hipertensi Emergensi

1135 views
www.bdlive.co.za

www.bdlive.co.za

Pengertian Hipertensi Emergensi

Pengertian dari hipertensi emergensi adalah hipertensi yang  menimpa seseorang dengan keadaan yang sudah krisis. hipertensi dapat juga dikarakteristikan sebagai meningkatnya tekanan darah mencapai lebih dari 180/120 yang diikuti oleh adanya keterlibatan kerusakan pada beberapa organ. Contohnya adalah otak, mata, jantung, ginjal.
sedangkan pengertian dari hipertensi urgensi adalah peningkatan tekanan darah yang berjumlah antara 180/120 tetapi tidak disertai oleh kerusakan organ tubuh secara akut. Cara membedakan antara hipertensi emergensi dan hipertensi urgensi adalah dengan langkah yang krusial dalam menentukan pelayanan atau penanganan, dengan melakukan diagnosis seperti mengajak bercerita, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang. Ketika proses sannesis atau bercerita, dokter harus mengetahui keterangan dari riwayat hipertensinya seperti kapan pasien pertama kali merasakan tekanan darah yang tinggi, rata rata tekanan darah, ada atau tidak tanda tanda kerusakan di dalam fungsi organ lainnya, apa obat hipertensi yang diminum serta kepatuhannya.

Dalam pemeriksaan fisik dokter akan menanyakan adakah rasa nyeri dibagian dada, adanya sesak nafas, nyeri di punggung, nyeri di kepala, pandangan yang kabur atau tidak jelas, lemahnya anggota gerak, dan sulit berkonsentrasi, pada pemeriksaan fisik pemeriksaan tensi darah dilakukan di bagian kedua lengan kiri dan kanan, apabila lebih dari 20 mmHg dapat dicurugai diseksi aorta, pemeriksaan bagian mata dengan funduskopi, pemeriksaan cardiovaskuler dengan menanyakan berapa umurnya. Sedangkan pemeriksaan penunjang dapat dilakukan dengan pemeriksaan darah yang rutin Penanganan yang dilakukan untuk hipertensi emergensi ditentukan dengan memeriksa organ apa saja yang sudah terlibat, penanganannya dapat dilakukan dengan cara memberikan obat obatan parenteral.

Hipertensi emergensi dan hipertensi urgensi akan menyebabkan morbiditi yang sangat tinggi. Sangat perlu diadakan pendeteksian dan penanganan yang secepatnya untuk proses prevensi progesif di kerusakan organ. Penanganan akan disesuaikan dengan masing-masing pasien dilihat dari kerusakan organ yang sudah dialami pasien dan komurbiditi penyerta. Benefit yang dilakukan untuk penanganan hipertensi harus mampu untuk mengurangi resiko penurunan tekanan darah pada pasien. Keadaan dari penderita hipertensi emergensi yang sering terjadi adalah hipertensi ensepalopathi, intracerebralhemorhagic dan achute ischemic stroke. Pada stroke yang akut jumlah yang ditentukan untuk penurunan tekanan darah masih kontroversial. Hipertensi yang ada pada intracerebral bleeding telah direkomendasikan oleh dokter amerika dan diberikan penanganan lagi jika tekanan darah lebih dari 180/105 mmHg.
pasien yang mengalami hipertensi emergensi juga berpotensi mengalami penyakit stroke dan butuh tekanan sistemik yang cukup untuk mempertahankan perfusi yang berada di distal obsktruksi. Jadi tekanan darah harus dimonitir pada jumlah 220 mmHg dan diberikan penanganan yang lebih. Oleh karena itu beberapa dokter menyarankan bahwa seseorang yang belum mempunyai penyakit hipertensi sebaiknya tetap menjaga kesehatan agar terhindar dari penyakit yang berbahaya ini.

Tags: #Kesehatan #Pengetahuan