Klasifikasi Hipertensi Menurut WHO

1908 views
Klasifikasi Hipertensi Menurut WHO

Klasifikasi Hipertensi Menurut WHO

Klasifikasi Hipertensi Menurut WHO

Klasifikasi hipertensi menurut penelitian yang dilakukan oleh departeman kesehatan republik Indonesia pada tahun 2013 hasil penderita hipertensi di Indonesia sebanyak 25,8 %. Adanya persentasi hipertensi seperti itu, sebaiknya kita harus mewaspadai kesehatan diri mulai dari sekarang ini, dengan cara mengetahui berapa tekanan darah yang normal. Tekanan darah yang normal jika menurut WHO adalah 120 atau 80 mmHg. Tekanan darah sistolik masih bisa dikatakan normal jika masih 120 – 139, dan diastolik antara 80 – 89 maka juga termasuk normal.

Klasifikasi hipertensi WHO juga telah mengumumkan kepada beberapa pasien terutama yang terdapat di australia agar mereka segera mengubah gaya hidupnya seperti : suka diet atau menurunkan berat badan, aktifitas fisik yang berlebihan, tidak mengonsumsi minuman keras, merubah pola makan yaitu menghindari makanan yang mengandung banyak lemak dan kolestrol contohnya sayur sayuran, buah-buahan, dll, mengurangi asupan sodium dan peningkatan asupan kalium. Penderita hipertensi bisa disembuhkan namun tidak secara total jika hanya menggunakan obat obatan dari dokter, karena obat obatan itu hanya membantu untuk meringankan dan menurunkan tekanan darah saja tidak membantu secara permanen. Ada obat tradisional yang dapat menghilangkan penyakit ini dengan baik yaitu mengonsumsi rebusan dari daun sukun, caranya hanya dengan selalu rutin mengonsumsinya pada pagi hari dan sore hari, hal ini dapat membantu memberikan tekanan darah yang stabil dan disisi lain harus menjaga dari makanan yang menyebabkan tekanan darah naik lagi.

Hipertensi juga dapat diakibatkan dari beberapa faktor gaya hidup diantaranya: merokok, mengonsumsi makanan yang berlemak, mengonsumsi minuman keras, dan kelebihan berat badan. Hipertensi dikenal sebagai salah satu penyebab kematian di Amerika Serikat. Hipertensi idiopatik disebut juga dengan hipertensi primer atau esensial. Karena adanya pengaruh intrinsik terhadap tekanan darah. Pada pasien hipertensi primer terdapat keragaman nephron, dimana nephron dan ischemik mengeluarkan enzim renin yang berlebihan, sedang sebagian nephron yang lain ada yang membesar dengan hiperfiltras.

Untuk Hipertensi juga ada pengobatan khusus yang diberikan kepada penderita yaitu dengan mencegah mortalitas dan mordibilitas yang bertujuan agar tekanan darahnya turun mencapai kurang dari 140/90 dan mengendalikan faktor komplikasi melalui merubah gaya hidup yang kurang baik, selain itu juga ada pengobatan utama meliputi obat-obatan diuretika, penyekat beta adrenergik, penyekat saluran kalsium, inhibitor ACE dan penyekat reseptor alfa adrenergik.
beberapa gejala yang akan timbul akibat penyakit ini adalah:

  • Nafas dada yang sangat sesak
  • Mengalami rasa pusing yang tidak tertahankan
  • Wajah yang memerah
  • Mual mual
  • Telinga berdenging
  • Sangat sensitive pada sesuatu yang tidak disukai
  • Kondisi tubuh yang gampang sekali lelah
  • Penglihatan yang kabur dan buram

Tags: #Kesehatan #Pengetahuan