Health
Jul1

Klasifikasi Anemia Ringan Sedang Dan Berat

0 comment
Klasifikasi Penyakit Anemia, Via : www.creationstudies.org

Klasifikasi Penyakit Anemia, Via : www.creationstudies.org

Klasifikasi Penyakit Anemia

Klasifikasi anemia ringan sedang dan berat yang diukur melalui derajat WHO, diantaranya dapat dilihat melalui :

  1. Anemia ringan sekali     :Hb 10.00gr% – 13.00 gr%

  2. Anemia ringan        : Hb 8.00 gr% – 9.90 gr%

  3. Anemia sedang        : Hb 6.00 gr% –  7.90 gr%

  4. Anemia berat        : Hb < 6.00 gr%

Sementara itu beberapa bentuk klasifikasi anemia dalam masa kehamilan dapat dibagi menjadi :

Anemia Zat Besi

Jenis anemia zat besi adalah bentuk penyakit anemia yang paling sering terjadi pada ibu hamil. Kurangnya asupan zat besi pada ibu hamil tersebut bermula dari jenis makanan yang kurang, dan juga gangguan reabsorbsi, atau bahkan penggunaan zat besi yang terlalu banyak dari dalam tubuh

Anemia Megaloblastik

Jenis anemia yang terjadi pada masa kehamilan ini dikarenakan kurangnya asupan dari asam folat pada ibu hamil.

Anemia Hipoplastik

Anemia yang satu ini terjadi pada ibu hamil karena kondisi dari sumsum tulang yang kurang mampu dalam membuat sel-sel darah merah, sehingga etiologinya pun belum diketahui dengan pasti kecuali untuk sepsis, racun, sinar rontgen, dan juga obat-obatan.

Anemia Hemolitik

Jenis penyakit anemia pada ibu hamil yang satu ini dikarenakan penghancuran dari sel darah merah yang berjalan dalam kurun waktu yang cepat, biasanya seperti pada penyakiut malaria.

Anemia Lain

Bentuk penyakit anemia lainnya, juga dapat dilihat melalui pemeriksaan hemoglobin sebagai berikut :

Tidak anemia        : Hb 11.00 gr%

Anemia ringan          : Hb 9.00-10.00 gr%

Anemia sedang     : Hb 7.00-8.00 gr%

Anemia berat         : Hb < 7.00 gr%

Komplikasi Anemia Dalam Kehamilan

Penyakit anemia juga dapat memberikan bentuk komplikasi dalam pengaruhnya bagi ibu hamil yang juga berpengaruh langsung pada janin yang tengah dikandungnya tersebut. Beberapa bentuk komplikasi tersebut diantaranya dapat diuraikan berikut ini  :

Bahaya Pada Trimester I

Pada trimester I penyakit anemia dapat menyebabkan terjadinya missed abortion , yaitu bentuk kelainan congenital, abortus atau keguguran yang terjadi pada janin di dalamnya.

Bahaya Pada Trimester II

Memasuki trimester II, penyakit anemia juga dapat menyebabkan terjadinya partus premature, selain itu ia juga mengakibatkan perdarahan ante partume, gangguan yang terjadi pada pertumbuhan dari janin bayi, dalam rahim, asfiksia intrapartum, dan bahkan dalam tahap yang lebih parah mengakibatkan terjadinya kematian pada janin tersebut. Selain berpengaruh pada janin, ada pula pengaruh lainnya berupa osteosis, mudah terkena akan infeksi, dan juga dekompensasi kordis, dan pada bagian akhir mengakibatkan kematian pada sang ibu hamilnya.

Bahaya Pada Tahap Persalinan

Penyakit anemia pada ibu hamil juga sangat mempengaruhi masa persalinannya. Hal ini dikarenkan masa persalinan tersebut bisa menyebabkan hisprimer, sekunder, dan juga janin yang kemudian lahir dengan kondisi anemia. Selain itu, persalinan pada ibu hamil yang mengalami penyakit anemia juga harus dilakukan dengan  tindakan-tindakan tinggi , hal ini dikarenakan kondisi dari ibu yang lebih cepat mengalami kelelahan dan juga gangguan pada perjalanan persalinan yang jauh memerlukan tindakan lebih operatif dibandingkan dengan perjalanan persalinan lainnya.

Tags:

Related Posts "Klasifikasi Anemia Ringan Sedang Dan Berat"

Leave a reply "Klasifikasi Anemia Ringan Sedang Dan Berat"