Apa Penyebab Kelainan Jantung Pada Bayi Baru Lahir

471 views
3 Penyebab Kelainan Jantung pada Bayi Baru Lahir, Via : www.webmd.com

3 Penyebab Kelainan Jantung pada Bayi Baru Lahir, Via : www.webmd.com

Ini 3 Penyebab Kelainan Jantung pada Bayi Baru Lahir

Apa penyebab kelainan jantung pada bayi baru lahir? Pertanyaan ini sering diajukan lantaran banyak terjadi kasusnya di Indonesia. Menurut para ahli, kelainan jantung pada bayi bisa terjadi karena berbagai faktor resiko. Namun secara garis besar ada tiga hal yang membuat bayi mengidap kelainan jantung, atau sering disebut dengan PJB (Penyakit Jantung Bawaan).

Ketiga faktor tersebut diantaranya, kondisi genetik atau turunan dari keluarga, pola hidup ibu hamil yang tidak sehat seperti mengkonsumsi alkohol, rokok, obat-obatan atau memiliki penyakit diabetes. Selain itu, PJB juga bisa disebabkan oleh serangan virus TORCH.

Secara medis, PJB terjadi karena gangguan atau kegagalan perkembangan jantung pada janin. Akibatnya, jantung tidak tidak terbentuk dan berfungsi sebagaimana mestinya. Resiko terburuk bisa menyebabkan kematian pada bayi jika tidak segera ditangani secara benar oleh dokter ahli.

Meski penyakit ini sering terjadi pada bayi, PJB kerap tidak memberikan gejala khas saat bayi baru terlahir. Dengan kata lain, masyarakat awam kurang menyadarinya karena tidak terlihat secara kasat mata. Untuk itu, para ibu perlu memperhatikan dan mewaspadai sejumlah tanda dari buah hatinya yang bisa menjadi petunjuk.

Tanda-Tanda Bayi Mengidap Penyakit Jantung Bawaan (PJB)

Menurut ahli medis, bayi yang memiliki tanda-tanda seperti di bawah ini harus mendapat perhatian lebih lanjut, diantaranya :

  1. Bayi kerap berhenti menyusu karena napasnya terganggu

  2. Kerap keluar keringat dingin dan wajah atau kulit tampak pucat

  3. Sering mengalami infeksi pada saluran pernapasan

  4. Pertumbuhan yang terhambat (misal, berat badan susah naik)

  5. Kulit kebiruan, terutama ketika aktivitasnya meningkat seperti saat menangis

  6. Mudah kelelahan dan tak sanggup bergerak dalam waktu lama

  7. Dalam pemeriksaaan jantungnya berdetak lebih cepat dan aliran darah yang terdengar bising

Bila terdapat tanda-tanda terebut pada bayi Anda, disarankan untuk segera memeriksakan si kecil pada dokter. Umumnya dokter akan melakukan EKG, rontgen, echocardiography hingga kateterisasi untuk melihat kondisi jantung dengan memasukkan selang kecil. Tindakan ini dilakukan untuk memastikan adanya kelainan pada jantung si kecil.

Bagaimana Penanganan Bayi yang Mengidap PJB?

Setelah dipastikan mengidap PJB oleh ahli, ada sejumlah tindakan yang akan dilakukan pada buah hati Anda. Setiap penanganan yang dilakukan akan berbeda-beda, tergantung kasus dan klasifikasi kelainan jantung yang terjadi. Misalnya terjadi kebocoran, jantung berlubang hingga bayi yang kulitnya berubah jadi biru karena mengalami komplikasi.

Untuk tingkatan ringan, misalnya jantung bocor masih bisa sembuh atau menutup sendiri dengan tindakan intensif dan pemberian obat-obatan. Namun, bagi bayi yang mengalami PJB kompleks yang biasanya ditanai dengan kulit membiru akan segera mendapatkan penanganan dan bisa juga dilakukan operasi atau kateterisasi.

Tags: #Kesehatan #Pengetahuan

Leave a reply "Apa Penyebab Kelainan Jantung Pada Bayi Baru Lahir"